Berita Terkini

Moeldoko Minta Ganti Rugi Pengadaan Tanah IKN Jangan Ditunda-tunda

[ad_1]

loading…

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat bertemu Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN) Alimuddin di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/4/2023). Foto/Istimewa

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta agar ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ) jangan ditunda-tunda. Dia meminta persoalan pengadaan tanah untuk pembangunan IKN segera diselesaikan, terutama terkait pembayaran ganti rugi lahan yang sudah disepakati.

“Kalau harga sudah disepakati, ganti rugi harus segera dibayarkan. Jangan ditunda-tunda. Kita jangan pernah abai dengan hal-hal seperti ini,” tegas Moeldoko saat bertemu Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN) Alimuddin di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/4/2023).

Moeldoko mengakui, pembayaran ganti rugi pembebasan tanah untuk pembangunan IKN merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian khusus. Kantor Staf Presiden, sambung dia, akan mengawal penuh penyelesaian pengadaan tanah di IKN, termasuk mempercepat proses pembayaran ganti rugi, dan memastikan masyarakat terdampak benar-benar menerima kompensasi sesuai dengan kesepakatan.

“Kita (KSP) punya pengalaman di Wadas. Begitu KSP turun dan dorong, pembayaran ganti rugi di sana langsung jalan dan tuntas. Kita ingin di IKN juga bisa berjalan cepat. Dalam waktu dekat KSP akan undang kementerian teknis dan lembaga terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin menyampaikan, masyarakat adat di IKN meminta agar pemerintah menyediakan lahan pengganti untuk relokasi. Sebab saat ini, jelas Alimuddin, masyarakat adat merasa kesulitan mendapatkan lahan untuk kampung adat yang baru.

Pada kesempatan itu, Alimuddin juga menekankan pentingnya pemerintah mewujudkan keseimbangan pendidikan di IKN, terutama untuk pendidikan dasar dan menengah. “Mereka berharap ada relokasi, dan butuh lahan sembilan hektare,” ucap Alimuddin.

Sebagai informasi, pertemuan Moeldoko bersama Alimuddin menindaklanjuti kunjungan kerja Moeldoko di Kalimantan Timur, 10 Februari 2023. Saat itu Moeldoko menerima aspirasi dari sejumlah masyarakat adat terkait persoalan pembebasan tanah di kawasan kampung adat sekitar IKN.

(rca)

[ad_2]

Source link