Berita Terkini

Berita Covid-19 Dimanipulasi dan Disebar di Media Sosial

Berita Covid-19 Dimanipulasi dan Disebar di Media Sosial

[ad_1]

HOAX dengan modus memanipulasi judul berita masih banyak dijumpai di beberapa platform media sosial. Misalnya, sebuah unggahan di Facebook yang mengesankan seseorang terkena virus dan menggigit rekan kerjanya.

’’Mengamuk dan Menggigit 5 Rekan Kerjanya, Seorang Buruh Pabrik di Depok Terpaksa Di Karantina,’’ bunyi judul berita yang ter-capture tersebut. Ada logo media CNN Indonesia dan tanggal terbit juga jelas, 25 Januari 2023, pada tangkapan layar yang diunggah akun Facebook Screenshot Kerad itu (s.id/GigitanKarantina).

Pada capture tersebut diperlihatkan beberapa orang memakai baju hazmat putih. Lalu, di atas brankar ada seseorang yang terbaring. Di kolom komentar, reaksi netizen beragam. Mulai membenarkan hingga mengaitkan informasi itu dengan film Serial The Last of Us yang sedang hit.

Berdasar penelusuran, tak ada berita dengan judul tersebut dalam archive dari portal CNN Indonesia. Capture tersebut adalah rekayasa dan manipulatif.

Berdasar situs padanan gambar, rekayasa itu menggunakan tampilan berita pada 26 Februari 2020. Judul beritanya berbunyi, Pasien Suspect Corona Semarang Meninggal, Hasil Lab Negatif.

Sementara itu, gambar yang ditampilkan pada berita tersebut merupakan foto ilustrasi tentang simulasi penanganan virus korona di RSUP dr Kariadi Semarang.
Berita itu menjelaskan seorang pasien dengan gejala mirip terinfeksi virus korona meninggal dunia di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, berdasar hasil penelitian laboratorium Kementerian Kesehatan, pasien tersebut dinyatakan meninggal bukan karena virus korona.

’’Minggu, 23 Februari pasien meninggal, datanya langsung kita kirimkan ke Litbangkes dan esoknya, yakni Senin, disebutkan bukan karena korona,’’ kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi Nurdopo Baskoro. Anda dapat membacanya di s.id/JudulAslinya.

FAKTA

Berita dan foto yang direkayasa itu terkait penanganan kasus Covid-19 di RSUP dr Kariadi Semarang.



[ad_2]

Source link